TDI Menilai Bisnis IT dan Penyedia Aplikasi di Indonesia Cukup Menjanjikan

Surabaya – Perusahaan yang bergerak dalam bidang software development, Teras Digital Indonesia (TDI) menilai bisnis IT dan penyedia aplikasi di Indonesia saat ini dan yang akan datang cukup menjanjikan.

“Bisnis IT saat ini memiliki masa depan yang bagus,” ujar Chief Executive Officer TDI Steven Candra di Surabaya, Selasa.

Sebagai pendatang baru dalam dunia bisnis di era digitalisasi, lanjut dia, TDI yang diluncurkan di Surabaya pada Senin (10/5) malam mengambil tagline “innovation without limits”.

Konsep utama TDI adalah mengakomodir mimpi-mimpi orang yang tidak bisa diwujudkan sendiri, terutama dalam bidang teknologi yang memiliki koneksi cepat untuk membangun bisnis berbasis internet.

Selain bergerak dalam bidang software development, Steven menjelaskan bahwa TDI saat ini juga sedang mempersiapkan aplikasi yang berdimensi untuk memenuhi kebutuhan orang dalam bidang entertainment.

Menurut Steven, aplikasi yang akan diberi nama QLaunch ini akan mempermudah orang yang membutuhkan informasi tentang hiburan.

“Jadi aplikasi ini merangkul dunia entertainment dari Jawa sampai Bali. Yang mencari tempat hiburan, restoran, bar dan lainnya cukup memanfaatkan QLaunch untuk pesan tempat. Misalnya malam minggu takut tidak kebagian tempat, cukup reservasi dari aplikasi ini,” katanya.

Managing Director TDI Dharma Munir menambahkan, TDI yang bergerak dalam bidang software development sebagai pendatang baru dengan berbagai bidang keunggulan yang terangkum dalam 3CT meliputi customer (bekerja dengan pelanggan karena ide dari mereka), cost (biaya cukup terjangkau), copratioan, dan time (selalu tepat waktu).

Sementara itu, Co CEO TDI Surabaya Eko Firmansyah menceritakan, munculnya TDI merupakan ide yang berkembang saat ngopi bersama teman-temannya. Dari obrolan biasa sampai mencuat ide membuat perusahaan jasa pembuatan aplikasi.

“Sekarang serba digital. Apalagi di tengah pandemi orang-orang banyak memanfaatkan internet. Sekalian juga kan untuk membuat lapangan pekerjaan buat mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan terhadap internet sangat besar. Bukan hanya kalangan millenial, di beberapa perusahaan swasta dan instansi pemerintah saat ini banyak yang sudah menerapkan digitalisasi.

“Ini menjadi peluang bisnis yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya. (Ant)