Berkat Program IB Bangkalan Sukses Tingkatkan Populasi Ternak Sapi

Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sukses meningkatkan populasi ternak sapi potong di wilayah itu berkat program inseminasi buatan melalui pola Isikhnas (Integrated System Informasi Kesehatan Hewan Nasional).

“Berkat program ini, populasi ternak sapi potong di Bangkalan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir ini,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan Ahmad Hafid di Bangkalan, Sabtu.

Pada tahun 2018 populasi ternak sapi potong di kabupaten paling barat Pulau Madura ini mencapai 226.897 ekor, dan pada tahun 2019 naik menjadi 241.437 ekor. Selanjutnya pada tahun 2020, terdata sebanyak 259.923 ekor.

“Peningkatan yang sangat siginifikan ini terjadi berkat program IB yang dicanangkan oleh Disnak Pemkab Bangkalan,” katanya.

Ahmad Hafid lebih lanjut menjelaskan inseminasi buatan pada sapi merupakan suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun.

Tujuannya antara lain,memperbaiki mutu genetika ternak, dan tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya, serta mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain itu, melalui program IB tersebut, juga bisa meningkatkan angka kelahiran sapi betina dengan cepat dan teratur, serta bisa mencegah penularan/penyebaran penyakit kelamin.

Program IB ini juga bisa menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan, dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding), dan dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati, dan bisa menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar, disamping bisa menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Melalui program IB dan pengawasan secara terintegratif itu, maka pada tahun 2020 Kabupaten Bangkalan menempati rangking 5 populasi peternak sapi potong di Jawa Timur, karena capaian populasi sapi potong rata-rata dalam tiga tahun terakhir di atas 100 persen dari target yang ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerag).

“Dan berkat program IB melalui pola Isikhnas ini pula Pemkab Bangkalan berhasil meraih penghargaan dari Pemprov Jatim,” katanya. (Ant)