Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, fokus pada penanaman ficus sebagai upaya konservasi alam, menyusul telah ditetapkannya kabupaten itu menjadi Pusat Ficus Nasional, tepatnya di daerah penyangga Cagar Alam Manggis di Desa Gadungan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kediri, Rabu, mengemukakan pihaknya berencana menanam 1.218 pohon ficus di barat sungai. Penanaman di barat sungai ini, selain untuk meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus momentum rangkaian Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri.
“Saya akan berkoordinasi dengan kepala dinas lingkungan hidup (DLH), karena punya keinginan agar di barat sungai itu sama rindang dengan di timur sungai. Jika memungkinkan untuk menanam 1.218 ficus mengingat HUT Ke-1218 Kabupaten Kediri” katanya.
Pihaknya menambahkan, dengan dijadikannya Kabupaten Kediri sebagai pusat ficus nasional tentunya akan menjadi langkah ke depan untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam menjaga ketersediaan air.
Kabupaten Kediri, kata dia, mempunyai banyak pelestari alam yang tidak akan kendor dalam melestarikan ficus. Hal ini karena pengaruh relawan pelestari lingkungan tersebut, menurutnya, bergerak dari bawah tumbuh ke atas dan tumbuh lagi akar seperti ficus.
“Gerakan bawah tanah teman-teman relawan di Kabupaten Kediri ini sangat luar biasa. Saya rasa gerakan mereka ini tidak akan kendor. Apalagi Kediri ditetapkan sebagai pusat ficus nasional,” kata dia.
Cagar Alam Manggis di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, itu luasnya sekitar 13,36 hektare. Lokasi itu sekaligus digunakan sebagai sumber pakan satwa dan habitat satwa yang tinggal di tempat itu dan sekitarnya. Selain itu, lokasi ini juga dikembangkan sebagai tanaman obat (biomedis).
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup Wiratno mengatakan Pulau Jawa dikhawatirkan akan terjadi krisis air, sehingga gerakan konservasi ficus di Kabupaten Kediri ini diharapkan mampu menopang krisis tersebut.
“Gerakan konservasi (ficus) ini sangat luar biasa. Karena 60 persen penduduk di Indonesia berada di Jawa. Dan kita butuh air, jadi sangat penting untuk pemulihan hutan-hutan lindung dan sumber air,” kata dia.
Ia mengatakan, hingga saat ini tidak ada ancaman yang signifikan terhadap ficus ini.Tanaman di Kabupaten Kediri teridentifikasi hingga 55 jenis dan termasuk mudah ditanam dengan ketahanan yang cukup tinggi.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Bidang Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Kelautan, Anggia Ermarini mengapresiasi upaya relawan di Kediri yang tak berhenti menanam ficus.
“Yang dilakukan para relawan ini menjadi spirit bagi kami untuk merevisi UU KSDAE yang kini sedang dibahas DPR RI. Semangat relawan dalam memperluas penanaman pohon ficus ini juga harus diteladani daerah lain, sehingga menjadi gerakan nasional dan mampu mencegah krisis air,” kata Anggia. (Ant)





